Bontang FC merupakan klub
sepak bola profesional yang bermarkas di Kota
Bontang,
Kalimantan Timur,
Indonesia. Tim yang awalnya bernama
PS Pupuk Kaltim Galatama ini dibentuk pada tanggal
18 Juni 1988 oleh perusahaan
PT Pupuk Kaltim
(PKT) dan diikutsertakan pertama kali ke kompetisi Galatama pada tahun
yang sama. Bontang PKT merupakan salah satu dari beberapa tim yang belum
pernah sama sekali terdegradasi dari liga paling bergengsi di Indonesia
(dulu
Divisi Utama, kini Superliga). Bontang PKT sendiri pernah beberapa kali mengikuti turnamen
Piala Winners Asia. Pada tanggal 12 Juni 2009, Bontang PKT mengubah namanya menjadi
Bontang FC setelah klub ini berpindah tangan dari
PT Pupuk Kaltim ke
Pemerintah Kota Bontang.Setelah
beberapa musim mengalami krisis keuangan, akhirnya datang Investor dari
Thailand yang bersedia mendanai Bontang FC dalam kompetisi Indonesian
Premier League tahun 2012 - 2013.
Julukan
Payau Khatulistiwa
Payau adalah binatang khas kalimantan tepatnya kalimantan timur yang sejenis
Rusa. Payau mudah di temukan di Kota Bontang, maka Bontang FC di beri Julukan Payau Khatulistiwa.
Laskar Bukit Tursina
Di Bontang terdapat bukit yang bernama Bukit Tursina, maka Bontang FC di beri julukan Laskar Bukit Tursina.
Kelompok Suporter
Kelompok pendukung fanatik klub ini memiliki julukan sebagai
Mandau Mania
dan dianggap sebagai kelompok pendukung Bontang PKT yang terbesar.
Beberapa kelompok suporter lain yang memiliki anggota yang cukup banyak
adalah
Sintuk Mania,
The Valcon, dan
Bontang Suporter Damai (atau bisa disingkat BSD).
Namun sejak
25 Februari 2008, terbentuklah sebuah organisasi suporter Bontang PKT yang baru, bernama
Bontang Mania
setelah melalui rangkaian rapat dan debat pendapat sejak akhir Januari
2008 lalu. Wadah ini adalah leburan tiga elemen suporter Bontang PKT
terdahulu, yakni The Valcon, Sintuk Mania, dan BSD.
Mantan ketua The Valcon, Nurkhalid, terpilih sebagai ketua umum.
Sementara dedengkot Sintuk Mania, Hamsani alias Ancha dipercaya menjabat
ketua harian. Dalam menjalankan tugasnya, keduanya dibantu tiga
koordinator wilayah yakni Tomi (Utara), Ahmad Nurkholiq (Barat), dan
Mustamin (Selatan).
Tentu saja, ini dukungan signifikan dari kelompok suporter untuk
mendukung target pengurus mengembalikan kejayaan PKT di kancah persepak
bolaan nasional pada Kompetisi Divisi Utama 2008 mendatang.
Sejatinya
Bontangmania bukan hanya leburan tiga elemen fans
tadi. Pasalnya, beberapa kelompok suporter baru juga memastikan diri
bergabung. Di antaranya dari Kampung Baru, Lembah, Berbas Pantai, Porto,
Tipalayo, Sidrap, Loktuan, Guntung, Kanaan, Telihan, Terminal Bontang,
JPP, dan Regomasi.
Dan sejak awal April 2008 mereka telah meluncurkan website resmi mereka di
http://bontangmania.com/,
diharapkan situs tersebut mampu sebagai wadah komunitas suporter PS
Bontang PKT yang selalu memberi dukungan, saran dan kritikan membangun
demi kemajuan PS Bontang PKT.
Stadion
Stadion Mulawarman yang kini digunakan oleh Bontang FC sebagai tempat menggelar pertandingan kandang mulai dipakai oleh Bontang FC sejak tahun
1993 saat masih bernama Pupuk Kaltim. Bontang FC sendiri juga pernah memakai
Stadion Sempaja di
Samarinda untuk menggelar laga kandang melawan
PSM Makassar pada tanggal
12 Februari 2006 karena di Bontang saat itu lagi diselenggarakan
Pilkada.
Kostum
Kostum baru
Bontang FC untuk menghadapi musim 2009/2010
diproduksi dan didesain oleh Specs dengan budaya entik lokal (Dayak)
yakni kandang (Merah-Merah), tandang (Hijau-Hijau),dan standby
(Kuning-Hitam) dengan logo baru
Bontang FC.
Akademi sepak bola
Bontang PKT mendirikan sekolah akademi sepak bola yang dinamakan
SSB Mulawarman dan
Diklat sepakbola Mandau.
Kedua akademi ini lebih berorientasi untuk pengembangan para pemain
asli daerah. Akademi Diklat Mandau dikenal karena berhasil mencetak
beberapa pemain yang telah ternama di kancah persepakbolaan Indonesia
seperti
Bima Sakti dan
Ponaryo Astaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar