Pada 19 Desember 2014, Putra Samarinda berpindah Homebase ke Bali dan namanya berubah nama menjadi Bali United.
Sejarah klub
Kiprah kedua tim satu kota dengan beda pengelolaan (Persisam didanai Pemkot Samarinda sedangkan Pusam pihak swasta) di kancah sepak bola nasional terbilang lumayan. Terlebih Pusam saat berlaga di Galatama karena mendapat sokongan dana dari pengusaha lokal. Sayang sejak kompetisi semi-profesional ini dilebur dengan Perserikatan dan menjadi Liga Indonesia, tim ini pun mati suri.Sedangkan Persisam yang didanai APBD Kota Samarinda, masih bisa terus eksis. Hanya saja, prestasi tim ini sempat melempem hingga/ akhirnya terlempar ke divisi dua pada musim 2002/2003. Barulah pada dua musim berikutnya, tim ini kembali bangkit. Terlebih setelah melakukan penggabungan dengan Pusam dan menjadi Persisam Putra Samarinda.
Proses merger ini memang berbuah manis. Prestasi tim berjuluk "Pesut Mahakam" kembali melejit. Masuk delapan besar divisi dua pada musim 2005 dan promosi ke divisi satu, tim ini hanya dua musim di kasta level kedua saat itu dan menembus divisi utama musim 2008/09, kasta level kedua mulai saat itu, dengan menempati peringkat ketiga grup 4 Divisi I 2007.
Hebatnya, sebagai tim promosi di divisi utama tidak membuat prestasi tim ini terhenti. Tampil konsisten sepanjang musim mengantarkan mereka menjuarai divisi utama dan mengantongi tiket promosi ke Superliga 2009/10, kompetisi profesional yang merupakan kasta tertinggi sepak bola nasional saat ini.
Namun sayang seribu sayang karena isu politik yang di lakukan pemilik Putra Samarinda yakni H. Harbiansyah, dengan melakukan kampanye politik saat pertandingan Putra Samarinda, banyak suporter yang kecewa. Dan dengan dasar keinginan kuat dan persaingan, dengan bantuan pengusaha Samarinda yakni Said Amin, maka berdirilah klub saingan yakni Pusamania Borneo F.C. Klub ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengakuisisi klub Perseba Super Bangkalan pada tanggal 11 Maret 2014.
Prestasi
- 1994/95: Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Timur
- 1995/96: Babak 12 Besar Divisi Utama
- 1996/97: Peringkat ke-5 Divisi Utama Wilayah Timur
- 1997/98: Peringkat ke-4 Divisi Utama Wilayah Timur (Kompetisi Dihentikan Akibat Kerusuhan 1998)
- 1998/99: Peringkat ke-4 Divisi Utama wilayah Timur
- 1999/00: Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Timur
- 2001: Peringkat ke-14 Divisi Utama Wilayah Timur (Degradasi ke Divisi Satu)
- 2002: babak 8 Besar Divisi Satu
- 2003: peringkat 6 Divisi Satu Grup D (Degradasi ke divisi dua)
- 2004: Babak penyisihan Grup Divisi Dua
- 2005: Babak 8 besar Divisi Dua (Promosi ke Divisi Satu)
- 2006: Peringkat ke-7 Grup 4 Divisi Satu
- 2007: Peringkat ke-3 grup 4 Divisi Satu (Promosi ke Divisi Utama)
- 2008/09: Juara Divisi Utama (Promosi ke Superliga/ISL)
- 2009/10: Peringkat ke-12 Indonesia Super League (ISL)
- 2009/10: Babak 16 Besar Piala Indonesia 2010
- 2010/11: Peringkat ke-6 Indonesia Super League (ISL)
- 2011/12: Runner Up Inter Island Cup 2011 (Turnamen Pra Musim)
- 2011/12: Peringkat ke-11 Indonesia Super League (ISL)
- 2012/13: Runner Up Inter Island Cup 2012 (Turnamen Pra Musim)
- 2013: Peringkat ke-7 Indonesia Super League (ISL)
- 2014: Peringkat ke-6 Wilayah Timur Indonesia Super League (ISL)
- 2015 :(Kompetisi dihentikan akibat Kisruh PSSI dengan Menpora)
Suporter
Dulu, saat masih berjaya kelompok suporter Putra Samarinda adalah Pusamania. Warna kebanggaan Pusamania adalah Orange. Namun dengan alasan tidak sepaham dengan sikap pemilik klub, Harbiansyah Hanafiah yang berpolitik mereka pun memisahkan diri dan mendirikan klub saingan yakni Pusamania Borneo FC.Kini Bali United mempunyai kelompok suporter lain yaitu Semeton Dewata. Dengan warna kebanggaannya Merah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar